

Maunya semua permainan dicoba, tapi harus hemat waktu dan hemat biaya karena rata2 permainan di sini biayanya lumayan mahal. Rata2 50rb an ke atas, tergantung negosiasi. Untuk turis lokal dan turis asing tarifnya beda. Ya iya lah... :) Akhirnya kami memutuskan untuk glassbottom dan kunjungan ke pulau penyu, serta banana boat. Seharusnya pengen parasailing tapi pada ndak mau secara pada takut ketinggian.
Glassbottom dan kunjungan ke pulau penyu
Biayanya 300rb untuk satu perahu. Terserah mau diisi berapa orang dan terserah mau berapa lama tapi biasanya maksimal 2 jam. Kami naik perahu yang ada kaca bening di tengah2nya sehingga bisa melihat dasar laut. Ternyata laut di Tanjung Benoa tidak terlalu dalam karena kami bisa melihat ikan-ikan di dasarnya. Sampai agak ke tengah, perahu berhenti dan kami disuruh melihat ke kaca tersebut. Katanya sih sur

Selanjutnya perahu akan meluncur ke pulau Penyu untuk melihat lokasi penangkaran penyu yang sudah mulai langka. Di tempat ini tidak hanya penyu yang dapat kita lihat, tapi juga ular, burung (burung apa ya namanya???), bebek berleher panjang, dan kelelawar. Binatangnya jinak-jinak, jadi bisa diajak foto. Cuma fear factor number one... ular! Aku nggak berani jadi lihat2 saja. Devand malah diparkir di batang pohon kering di tengah2 pulau dan dia enjoy sekali di sana sampai nggak mau turun hehehehe... Di penangkaran penyu, kami satu-satu diajak mengangkat penyu untuk foto.Wah, penyunya berattt sekali dan meronta-ronta pengen lepas jadi tambah berat deeeh... Buat penglaris warung di pulau itu, kami pesan 2 kelapa muda dan teh botol sambil istirahat. Hhhh.. puasss...





Banana Boat

Banana boat adalah permainan dengan menggunakan perahu karet tunggal, berwarna kuning atau oranye, bentuknya seperti pisang. Biayanya kalau tidak salah per orang 50rb. Muatannya cukup untuk 4 orang dewasa plus satu orang instruktur. Kita akan ditarik ke tengah laut menggunakan boat kemudian by request, mau dijatuhkan ke air atau tidak. Supaya seru, kita minta dijatuhkan ke air... Aman kok karena pakai pelampung, tapi supaya aman lagi, sebaiknya kalau minta dijatuhkan ke air, pastikan semuanya bisa berenang. Wah, seru lhooo ditarik kencang ke tengah laut, kita terhempas2 di atas perahu karet itu dan tanpa ada ab

Sudah cukup berbasah2nya. Devand dan nenek menjaga barang di pantai. Devand lebih tertarik dengan pasir putihnya daripada permainan airnya. Setelah berbilas diri dengan air tawar, kami melanjutkan perjalanan lagi. Oh ya, jauh2 ke Bali, ketemunya sama tim KKL (kuliah kerja lapangan) dari UNDIP Semarang. Huhuhuhu...
1 comment:
Oh Devan, you are so lucky..:),
Devan kok kaya Andrew ya..
Post a Comment