14 August 2006

RIP


Telah berpulang ke rumah BAPA di sorga, papa kami terkasih, di usianya yang ke 63 tahun - 27 hari, pada hari Selasa 1 Agustus 2006, pukul 02.10 WIB di RSUD Salatiga. Papa menghembuskan nafas terakhir setelah perjuangannya selama 3 tahun melawan sakit stroke dan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Papa tersayang, kami yakin dan percaya papa sekarang tenang bersama Tuhan Yesus. Papa tidak akan merasa sakit dan menderita lagi. Papa sudah menang terhadap penderitaan di dunia, dan papa sudah memenangkan pertarungan, karena papa memegang teguh iman papa. Selamat jalan papa... doakan kami, mama, anak-anakmu yang masih harus berjuang di dunia ini, sampai nanti kita bertemu lagi...
Di pemakaman Sidomulyo, 2 Agustus 2006










Ziarah ke makam papa, pulang dari gereja

31 May 2006

Papa Jatuh!!!

Sore kemarin, papa Yani jatuh. Ceritanya, habis ngobrol-ngobrol di teras dengan mama dan adik, papa mau ke kamar kecil. Sebelumnya adik Yani sms, papa nda mau makan. Padahal khan lagi dalam proses penyembuhan, butuh banyak asupan energi. Nah, saat berjalan melintas di ruang tamu, kakinya lunglai dan mengakibatkan tubuhnya tidak seimbang sehingga jatuh ke lantai. Jatuhnya bukan tengkurap, tapi terpelanting ke belakang. Aduh Gusti... padahal kalau ingat riwayat papa yang kena stroke 3 tahun yang lalu, kami sangat kuatir akibat jatuhnya itu akan mengakibatkan serangan stroke yang kedua. Puji Tuhan, sewaktu jatuh, papa masih sadar dan tidak pingsan. 2 jam mama biarkan papa tidur di lantai karena takut perubahan posisi akan memperburuk keadaan. Sementara itu kepala papa yang terbentur dikompres dengan air es supaya tidak benjol (sempat benjol sih). Adik juga langsung mengambil tensimeter untuk mengukur tekanan darah papa. Ya ampunnn... 180/110. Kemungkinan karena masih shock karena jatuh. Mama juga langsung sigap menelpon dr Anthon yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari Semarang. Tindakan kami sudah tepat menurut dokter. Saat jatuh itu, dan tahu papa tidak kehilangan kesadaran, mama dan adik langsung duduk berdoa bersama papa memanjatkan syukur tidak terjadi apa-apa. Yani yang di Bandung, saat itu sedang ada rapat di lantai 7, hanya bisa berharap semoga tidak terjadi hal yang dikuatirkan. Untunglah tidak lama kemudian dr Anthon datang dan memeriksa kondisi papa. Menurut dokter, 2 hari papa harus bed rest dan tidak boleh ke mana-mana. Kalau kepala terasa pusing, langsung mau diambil tindakan rontgen saja. Duh pa, waktu gempa melanda Yogya dan efeknya terasa sampai Salatiga, untung saja papa ada di tempat tidur saat itu. Coba kalau lagi jalan... pasti sudah jatuh juga tuh. Oya, rencana awal papa khan ke kamar kecil. Terpaksa untuk menyalurkan hasratnya itu harus dilakukan dengan menggunakan pispot. Tapi saking kagetnya, mau buang air kecil pun tidak bisa...

29 May 2006

Pendaftaran UM ITB 2006

Pagi ini Yani tiba dari Salatiga. Kali ini Yani membawa serta adik Yani yang mau mengembalikan formulir di ITB. Namanya Wawan (tapi nama kerennya di dunia luar, Paul). Dari Salatiga dia sudah sakit perut, kayaknya maag atau asam lambung. Waduh cilaka nih harus mengurus orang sakit, padahal pagi Yani harus masuk kantor. Ya udah deh, demi adik, Yani putusin ijin dulu pagi ini buat mengantar Wawan ke Sabuga. Setelah sarapan roti dan mimik susu, kami berangkat ke Sabuga. Baru turun dari angkota, udah disambut oleh mbak-mbak yang menjajakan map. "Bu, map nya bu... di dalam harus pake map ini lho" begitu kata dia. Wah, kalau benar demikian, Wawan nda ada persiapan bawa map segala. Ya udah deh, terpaksa 2000 keluar buat bayar satu buah map. Menapaki jalan menurun menuju Sabuga, kita juga dicegat oleh para penjaja perlengkapan alat tulis, buku-buku latihan soal dll. Waduh, terpaksa juga beli lem nih, keluar lagi duit 3000. Katanya di dalam butuh lem buat nempelin foto, dan panitia tidak menyediakan lem. Walah... walah... Wawan masuk ke gedung pendaftaran jam 8. Ditungguin sampai jam 12 nih anak kok ga nongol-nongol... Ya ampyun, baru jam setengah 1 dia keluar. Katanya di dalam masih harus mengisi formulir-formulir lagi. Udah gitu, surat tanda tidak buta warna nya diragukan karena hanya dibuat di puskesmas. Padahal diharuskan atas rekomendasi dokter spesialis mata. Wah, la mung test untuk buta warna cuma pake buku aja kok harus keluar duit lebih? Di puskesmas dengan dokter bagian mata cuma bayar 7000. La kalau ke dokter spesialis mata??? minimal 50 ribu lah hari gini... Waduh... waduh... kadang-kadang yang simple kok dibuat rumit. Ini aja baru pendaftarannya, gimana besok-besok ya???

Gempa di DIY & Jateng

Wah, kirain pagi-pagi ada yang loncat-loncat di spring bed kok tiba-tiba bergoyang sendiri gitu. Eh, ternyata pagi-pagi udah ada gempa. Gempa terjadi pukul 05.55 WIB di Salatiga. Kita pikir ini akibat gunung Merapi meletus. Buru-buru Wahyu lompat dari tempat tidur dan langsung ngacir keluar (waduh... istrinya ditinggalin sendiri...) ternyata dia cuma mau menyapa tukang sayur keliling yang sudah nangkring di depan rumah. "Mas, ana lindu yo mau?" (Mas, ada gempa ya tadi?". Sedangkan saat itu Yani cuma menikmati gempa sambil ngolet sana ngolet sini. Trus bangun dari tempat tidur, melihat kiri kanan apa ya benda yang bisa diselamatkan hehehe... sempat-sempatnya Yani mengambil HP dulu baru keluar kamar dan memeriksa keadaan sekitar (berarti HP lebih berharga daripada buku tabungan, deposito, perhiasan, dompet, dll yang ada di lemari, atau bahkan lebih berharga daripada jiwa yaa??? busyeeettt... ). Ternyata tidak terjadi kerusakan atau retak-retak di rumah. Bahkan benda-benda masih berada di posisinya masing-masing. Bahkan... adik-adik Yani masih tertidur pulas di kamarnya. Ternyata... dari berita Breaking News Metro TV, gempa melanda Yogyakarta dan sekitarnya karena gesekan lempeng benua di dasar samudera Indonesia. Hiy... kayaknya Nyai Roro Kidul lagi marah nih?

28 April 2006

Our Beloved Mother


Mama Yani, duh... ibu satu ini nda ada matinya deh... Selalu ceria, selalu membuat suami dan anak-anaknya tertawa terbahak-bahak karena tingkah laku nya yang konyol dan keisengannya yang minta ampun ga nguatin... Mama Yani puinterrr banget masak. Semua jenis makanan yang dimasak mama Yani selalu enak. Makanya warung makan yang sekarang dikelolanya laris maniss nisss nissss... Mama Yani punya warung makan namanya Tabita... selidik punya selidik ternyata itu kependekan dari Tahan Bila Tuhan Ada... ckckck hebat khan... wah, blum pernah dengar mama Yani bikin tebakan khan? Asli, super duper garing abis... tapi itu yang bikin kita tertawa terbahak-bahak hahaha... Mama Yani juga doyan difoto. Liat aja hasil jepretan kita dengan gayanya yang centil dan lucu hehehe... Oya satu lagi, selain jago masak, ternyata yang satu ini berbanding lurus dengan kemahirannya... yaitu jago makan... Aduh, mama Yani ini kalau makan porsi sebakul. Pernah muntah-muntah karena kekenyangan hahahaha... Tapi di balik canda rianya, mama Yani menyimpan pergumulannya tentang kesehatan papa. Mama Yani selalu setia menemani papa Yani menjalani pengobatan demi pengobatan dan sejak papa Yani pensiun dan sakit, otomatis mama Yani juga memikul beban sebagai kepala rumah tangga... Mama kerja dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Itu belum termasuk pekerjaan di rumah, memasak untuk keluarga dan papa Yani terutama yang harus dikontrol makanannya. Mama... we love you so much... Tetaplah menjadi mama Yani yang ceria walaupun banyak bebanmu... Tuhan pasti membantu mama...

Mother, how are you today?Here is a note from your daughter.With me everything is ok.Mother, how are you today?

Our Beloved Dad



Papa Yani, sudah pensiun. Tepat di hari pensiunnya, tanggal 14 Agustus 2003, papa Yani kena stroke. Akibat stroke itu, papa Yani sekarang lemah secara fisik, bahkan sempat lumpuh tubuh bagian kanannya. Sebulan papa Yani mendapat perawatan insentif di RS Elizabeth Semarang. Keluar dari rumah sakit, sebulan kemudian papa Yani harus masuk lagi untuk menjalani operasi prostat stadium 4. Awal tahun 2005 papa Yani didiagnosa kena lymphoma sehingga harus masuk rumah sakit lagi untuk menjalani kemoterapi selama 6 kali berturut-turut, sebulan satu kali. Puji Tuhan, papa Yani tetap kuat dan tetap semangat dalam menjalani semuanya itu walaupun kondisi fisiknya lemah dan tidak selincah dahulu saat dalam keadaan sehat. Kata papa Yani, berserah kepada Tuhan, mengucap syukur senantiasa kepada NYA, adalah yang menjadi kekuatannya. Desember 2005, papa Yani boleh menyaksikan anak pertamanya menikah, suatu anugerah yang luar biasa yang boleh dialami papa Yani mengingat semua penyakit yang menderanya. Jika Tuhan berkenan, papa Yani boleh menikmati menimang cucu pertamanya tahun ini. Dad... we love you so much...

27 April 2006

I'm pregnant... my dog gave birth

I'm pregnant!!! Sampai dengan posting detik ini, usia kandungan Yani udah 15 minggu (tapi kata orang-orang perutnya udah kayak orang hamil 6 bulan... hiks...) Iya nih, bukannya mual-mual dan muntah-muntah, malah pengin makan terus. Terakhir nimbang, berat Yani udah naik 7,5 kg. Wahyu juga berat badannya tambah naik hihihi (nyari temen...)


Lucunya, kayaknya hamilnya Yani berbarengan dengan anjing di rumah yang hamil. Tapi April ini si doggy udah nge-brojol-in 4 puppies. Tapi yang satu mati, keinjek bapaknya (duh... kacian). Sedangkan Yani, masih harus menunggu 6 bulan lagi sampai brojol...



28 Maret 2006

Waaahhh... udah lama nda foto-foto nih. Sekarang udah bulan Maret aja... Ada apa ya di bulan ini? yang pasti adik Yani ultah yang ke - 23. Tapi dia di Yogya jadi nda ada acara traktirannya :( eh... tapi ada temen Yani yang ultah bulan ini. Yuuuppp... uni Leni ultah nih tanggal 28 Maret. Hip hip huraaaayyy artinya ada makan-makan gratis hehehe... Asal tau aja, Yani ini doyan makan (apalagi klo judulnya enak dan ditraktir). Untuk traktiran kali ini, Yani dkk melaju ke Kampoeng Daun - daerah terusan Sersan Badjuri Bandung. Hmm... menu malam ini kayaknya sop buntut goreng oke juga... nyam... nyam...

25 Desember 2005

Ini natal pertama Wahyu & Yani sebagai suami istri. Wah... beda rasanya...


New Family

This is our new family ...



17 Desember 2005 :: Resepsi ::

Abis dari gereja, langsung deh ke gedung resepsi. Resepsi Wahyu & Yani diadain mulai jam 12.00 di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Kalau nda salah ingat, undangan yang disebar 600 an deh. Tapi kok yang datang kayaknya buanyak banget yaa... duh sempat ketar ketir jangan-jangan konsumsinya nda cukup. Khan malu booo... Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar...


Resepsi Wahyu & Yani terselenggara atas bantuan dari Soka Event & Organizer. Wah, terbantu banget deh dengan adanya organizer ini. Soalnya kita nda mau ngrepotin keluarga, maklum papa Yani lagi dalam kondisi nda sehat jadi kacian kalo disuruh pusing mikirin tetek bengek acara pernikahan ini. Sekalian juga Wahyu & Yani mau berterima kasih atas dukungan dari keluarga, Soka Event & Organizer Salatiga, Anggrek Catering - Semarang, New Image Bridal - Salatiga, C & C Wedding Photography - Salatiga, Fakultas Seni Pertunjukan Universitas Kristen Satya Wacana & Pak Danny Salim, Mas Arko sebagai MC, dan semuanya deh yang ga kehitung satu per satu. Makasiiiihhh banget... After all... thanks to our mighty Lord yang sudah membuat segala sesuatu indah pada waktuNYA

17 Desember 2005 :: Pernikahan ::


Hhh.... akhirnya hari yang dinanti tiba. Tepat pukul 8.30 dilangsungkan pencatatan sipil untuk Wahyu & Yani. Petugas pencatat sipil adalah Pdt. Ifer Sirima, om Yani hehehe... Pukul 9.00 tepat Wahyu & Yani berjalan menuju altar gereja GKI Soka - Salatiga. Kebaktian dan sakramen pernikahan kudus ini dipimpin oleh Pdt. Daniel Nuhamara, MTh. Kayaknya make up Yani udah mulai luntur deh soalnya pake acara nangis segala pas pencatatan sipil. Sedangkan Wahyu, hihihi nda kuat ngliat mengkilapnya bibir dia karena pake lipgloss :) Oya... kakek Yani dari Sulawesi, tanah Mori datang lho... walaupun usia udah 76 tahun lebih tapi masih tampak kuat dan sehat. Begitu pula dengan kakak Wahyu dari Melbourne - Australia, juga bisa datang bersama dengan suami dan anak-anaknya. Malah yang jadi pengiring pengantin adalah Ariel... keponakan Wahyu dengan Ayes. Dua anak ini lucu sekali hehehe...

16 Desember 2005



Hari ini malam midodareni. Duh... hujan terus mengguyur Salatiga sejak pagi. Ga reda-reda. Ini judulnya midodareni wet night. Ada juga kejadian waktu midodareni ini. Saat tamu-tamu udah berdatangan, Yani masih di salon hahaha. Yang ndandanin belum selesai. Padahal rombongan keluarga Wahyu udah hampir datang. Wah, kacau juga nih. Tapi untung Yani bisa ngebut pulang dari salon, walaupun hampir tabrakan ama bis. Berlari-lari Yani turun dari mobil dan menuju rumah, disaksikan oleh para tamu yang udah duduk manis. Pada ketawa semua karena calon nganten nya lari-lari di tengah hujan. Bener-bener midodareni wet night...

Pre Wedding




Persiapan pernikahan dimulai dengan salah satunya menyiapkan undangan. Wahyu & Yani penginnya di undangan ada foto kita berdua. Hihihi ... rada narsis sih ... padahal nda begitu bisa nggaya ... Mula-mula kita rencananya cuma mau foto sendiri, memanfaatkan adik Yani yang "lumayan" bisa motret. Sampe-sampe Yani beli kamera digital Canon Ixus 700i (nantinya kamera ini sempat dicuri orang huh... tapi untung balik lagi). Eh... ternyata ga jadi deh malah kita keluar kocek lagi buat ngikut paket pre wedding dari C&C Studio di Salatiga. Wahyu & Yani lupa tanggal berapa ya pre wedding nya ??? kayaknya 18 September 2005 deh... Lokasinya di daerah hutan pinus Kopeng... Hihihi ada kejadian lucu waktu session itu... Yani harus pake baju pengantin. Tapi karena tubuh Yani rada montok, jadi gaunnya nda bisa dikancingin. Akhirnya terpaksa deh harus jadi "sundel bolong" bentar. Udah gitu di lokasi pemotretan ternyata lagi ada yang camping hiks hiks... harus tebal muka juga deh berpose haha hihi walaupun udara dingin dan ditontonin banyak orang... Wahyu waktu itu lagi masuk angin berat. Malamnya dia habis kerikan. Kayaknya habis session ini giliran Yani yang butuh dikerik deh...


6 Agustus 2005

Hari ini adalah hari pertunangan Wahyu & Yani. Dipimpin oleh Pdt. Meyske Sirima Tungka, kami diberkati dalam janji kudus untuk menjaga cinta dan kesucian kami sampai saat Nya tiba untuk kami dipersatukan dalam pernikahan kudus. She Wears My Ring mengalun merdu mengiringi saat dimana kami memasangkan cincin sebagai tanda ikatan untuk saling setia ...
She wears my ring to show the world that she belongs to meShe wears my ring to show the world she’s mine eternallyWith loving care I placed it on her fingerTo show my love for all the world to seeThis tiny ring is a token of tender emotionAn endless pool of love that’s as deep as the oceanShe swears to wear it with eternal devotionThat’s why I sing, because she wears my ringShe swears to wear it with eternal devotionThat’s why I sing, because she wears my ringThis tiny ring is a token of tender emotionAn endless pool of love that’s as deep as the oceanShe swears to wear it with eternal devotionThat’s why I sing, because she wears my ringThat’s why I sing, because she wears my ring